Berbagi Pengalaman (2)

Standard

Ok, akhirnya saya menyempatkan diri untuk bercuap di blog ini…  Setelah ditinggal vacum sejak 31 Maret 2012. (hampir 11 Bulan, -_-). Sesuai janji saya sebelumnya, yang akan menceritakan konflik terbesar yang bisa dijadikan pembelajaran kehidupan bagi rekan-rekan pembaca. MOHON MAAF. Kali ini saya, “mohon izin” meng-cancel, cerita itu karena ada satu dan lain hal.🙂

Kali ini, saya sekedar share pengalaman saya selepas kerja dari  operator warnet hingga sebelum menjadi seorang mahasiswa PTK. (bisa dibilang naik level, huhuhu. Alhamdulillah…). Berawal dari bulan Februari 2011, sekitar awal bulan saya memutuskan untuk berhenti bekerja menjadi operator warnet, dan ingin berkarya diluar dunia kerja maupun dunia akademik. Lalu ngapain tuh? Yang pasti bukan pengangguran….

Semenjak keluar dari warnet, saya masih melanjutkan hobby saya sebelumnya yaitu berselancar di dunia maya. Salah satu situs yang  saya buka adalah mengenai berbagai ajang perlombaan, baik itu lomba cerpen, lomba novel, lomba foto, dll. Melihat usaha saya seperti itu, mantan rekan kerja saya di warnet menawarkan suatu ajang perlombaan catur kepada saya. Tak ragu-ragu, telusur demi telusuri sarat dan ketentuan lomba catur yang diadakan di Kota Sukabumi itu, akhirnya saya mengikuti lomba itu dengan biaya pendaftaran 15 ribu rupiah. Saat mengikuti lomba itu, kebanyakan yang daftar adalah para bapak-bapak, dan setau saya hanya ada dua orang siswa SMP dan dua orang yang sebaya dengan saya.

Sedikit bocoran, dulu saat saya kelas 2 sd, pihak sekolah dasar telah memberanikan diri mengirimkan saya untuk ikut perlombaan catur se kecamatan. Seingat saya itu sistem gugur, dan saya mengalahkan dua peserta dengan umur diatas saya…

Jadi dengan pengalaman itu, mungkin rekan-rekan blogger pasti bisa menebak seberapa besar prestasi saya diperlombaan tingkat kota yang sebagian besar dihadiri oleh bapak-bapak. Ya! saya posisi 48 dari 76 peserta.😀 Kalah 4 kali, dan menang WO 2 kali, statistik yang mengagumkan. (menang karena WO, T_T)

Lantas, semua itu saya jalani dengan enjoy dan apa adanya. Saya rasa pengalaman merupakan harta yang berharga untuk langkah kita ke depan.

Berlanjut ke pengalaman baru yang kedua, yaitu ikut audisi Penghuni Terakhir di studio ANTV Jakarta Timur. Pengalaman ini berawal dari kata nekad. Hhe, awalnya orangtua kurang setuju saya mengikuti ajang seperti itu, tapi seiring rayuan dari hari ke hari, akhirnya beliau mensetujui.

Kata setuju dari ortu, jika tidak salah dua hari sebelum keberangkatan saya ke Jakarta (SENDIRI), tanpa mengetahui lokasi dan hanya berbekal dari google maps. Saat tiba di daerah kampus UKI Jakarta Timur, tanpa ragu saya bertanya kepada para penjual yang di sekitar kampus. Dan uniknya mereka tidak ada yang tau, bahkan malah memberikan arah yang salah. Saya ikuti arah itu, dan akhirnya setelah berjalan sejauh kurang lebih 1 km, saya masih belum menemukan studio itu. Kembali saya tanya kepada warga sekitar, orang pertama yang saya tanya “TIDAK TAU”, jalan lagi…… dan orang yang kedua yang saya tanya akhirnya memberikan pencerahan “ITU DEKAT UKI MAS”. (Background petir menyambar). Ternyata pedagang yang saya tanya di dekat UKI itu memberikan info yang menyesatkan.

Dan kembalilah saya menelusuri jalanan Ibu Kota, disertai hujan yang cukup wow. (karena saya tak membawa pelindung hujan, dan hanya sebatas jaket kain).

Saat tiba di kampus UKI, saya masih memberikan kepercayaan pada warga sana. Kali ini saya menanyakan kepada tukang ojek, karena mereka pasti tau daerah sekitar sana saking seringnya melanglangbuana dengan motor ojeknya.

“Pak, studio ANTV dimana ya Pak?”

“Oh, ayo naik.”

??? Gampang sekali,kenapa gak dari awal saya langsung tanya tukang ojek. Tukang ojek itu langsung mengantarkan saya ke tempat tujuan,yang memang tidak jauh dari kampus UKI. Mungkin bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menit.

Saat turun pertama kali, jreng jreng jreng….. Unik semua mereka yang disana, ada yang menggunakan kostum, make up, asesoris lebay nan alay, kaos warna-warni. Nah,,, sedangkan saya? Dibandingkan saya? hhaha…Gapapa mungkin sang  juri mencari yang sederhana. (apa-iya?)

Audisi pertama dimulai, yaitu mendatakan diri kepada panitia dengan menyertakan formulir data diri dan fas foto. Katanya hanya dengan menyerahkan formulir itu, sang juri sekaligus menilai. (katanya….)

Disuruh tunggu, dan akhirnya tes tertulis….

Taukah apa soal tes tertulis itu? terdiri dari 10 soal essay. Dan hanya menanyakan apa itu cinta? apa itu arti persahabatan? bagaimana pengalaman anda yang menarik? dll… Pertanyaan yang mudah di jawab tapi subjektif untuk menilainya.  Saya jawab seadanya, dan selesai…. Diminta menunggu hingga pengumuman selanjutnya. Waktu menunggu memang cukuplama, hingga sore hari. Sembari menunggu, saya melihat para artis penghuni terakhir sedang berfoto ria dengan para fans nya. Lalu saya juga melihat ada seorang artis yang ternyata mengikuti audi ini.

Dan waktu terus berlalu,,, akhirnya pengumuman itu keluar…. Dengan berdesak-desakan, saya melihat form pengumuman yang terpasang di papan. Dan……..

Tidak ada nomor peserta saya,,, alias gagal…Cukup kecewa, tapi ya… berkali-kali dilihat emang gak ada…

Ya sudah, selanjutnya saya berencana langsung pulang menuju rumah dengan kabar kosong tapi secuil pengalaman baru yang cukup menyenangkan untuk mengisi waktu kosong di luar akademik dan dunia kerja.

Ok,, kedua pengalaman itu semoga bisa diambil yang positifnya. Kritik dansaran,diperkenankan untuk membalasnya via komen. ^^ Kisah akan berlanjut ke pengalaman saya menjelang detik-detik tes ujian masuk ke PTK faforit hingga saya menjadi mahasiswa disana. Next,diberbegipengalaman (3).🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s