Monthly Archives: December 2015

Berbagi Pengalaman (6)

Standard

Melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara ibarat mengarungi sekolah kehidupan. Tak hanya mendapatkan ilmu akademik, namun sekolah ini melatih mahasiswa untuk mengasah kemampuan diri baik di bidang olahraga, keagamaan, organisasi, serta attitude sehingga lulusan Sekolah Tinggi Sandi Negara merupakan sosok-sosok pilihan yang siap bergabung dalam kehidupan bermasyarakat. Perjalanan berawal dari mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Sandi Negara (SPMB STSN) dan berakhir menjadi seorang wisudawan Sekolah Tinggi Sandi Negara.

SPMB STSN merupakan titik awal ujian untuk seluruh peserta lulusan SMA jurusan IPA yang berkeinginan melanjutkan pendidikan di STSN. Seleksi berawal dari pendaftaran online pada website STSN dengan tenggang waktu satu bulan untuk mengisi formulir pendaftaran, serta calon mahasiswa wajib memenuhi syarat-syarat pendaftaran yang telah ditentukan. Setelah batas waktu pendaftaran onine berakhir, calon mahasiswa diminta untuk melakukan pendaftaran ulang serta seleksi administrasi dengan melakukan verifikasi formulir secara langsung di Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Seleksi tahap awal dimulai, para peserta SPMB STSN mengikuti tes akademik dengan materi Tes Potensi Akademik (TPA), Matematika, dan Bahasa Inggris. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal selama 180 menit. Pada tahap ini merupakan proses seleksi dengan jumlah peserta gugur terbanyak, karena dari ribuan peserta hanya 300 hingga 400 peserta yang lolos ke tahap tes Psikologi. Pada tes Psikologi, peserta SPMB STSN mengikuti rangkaian kegiatan tes yang bertujuan untuk mengukur kompetensi berdasarkan kepribadian dan intelejensi. Sehingga peserta yang lulus dari tes Psikologi merupakan para calon mahasiswa yang memenuhi profil sebagai seorang insan sandi. Selanjutnya adalah tes kesehatan dan kebugaran yang berlangsung dua hari, dengan tim pemeriksa kesehatan dari dokter serta perawat, dan tes kebugaran dengan didampingi oleh tim satuan pengasuhan mahasiswa. Hari pertama yaitu tes kesehatan, peserta SPMB STSN melalui pemeriksaan dari tes mata, gigi, urin, tinggi badan, berat badan, paru-paru, tensi darah, dan beberapa pemeriksaan penyakit dalam lainnya. Sedangkan tes kebugaran yang berlangsung pada hari kedua, peserta mengikuti rangkaian tes, yaitu lari selama dua belas menit, pull up, push up, shit up, dan shuttle run. Dari tes kesehatan dan kebugaran hanya ada 100 hingga 150 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya, yaitu tahap Wawancara. Pada tahap Wawancara, peserta SPMB STSN mengikuti tes tertulis Mental Ideologi (MI) dan rangkaian wawancara yang terdiri dari wawancara tentang pengetahuan kewarganegaraan, wawancara akademik, dan wawancara psikologi. Peserta yang lolos dari tahap Wawancara akan mengikuti tes terakhir, yaitu tahap Pantukhir. Tes terakhir ini merupakan keputusan akhir yang menentukan calon peserta pantas atau tidak untuk menjadi mahasiswa STSN, dengan diwawancarai langsung oleh pejabat struktural Lembaga Sandi Negara dan Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Dari rangkaian tahapan SPMB STSN yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, menghasilkan angkatan baru yang siap untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara selama empat tahun.

Selamat datang di kehidupan Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Menjalani kehidupan di STSN selama empat tahun, tidak hanya belajar akademik di gedung perkuliahan namun termasuk gedung asrama, perpustakaan, ruang makan, tempat ibadah, fasilitas olahraga merupakan prasarana yang disediakan untuk meningkatkan kompetensi dan kepribadian bagi setiap mahasiswa. Sehingga saat masa orientasi kampus atau yang lebih dikenal dengan Program Pembentukan Mahasiswa Baru (PPMB), mahasiswa sudah ditanamkan lima prinsip angkatan agar dapat melalui kehidupan bersama di lingkungan STSN. Lima prinsip angkatan tersebut, yaitu saling tolong menolong, saling bekerjasama, saling mengingatkan, kami bersaudara, serta masuk dan lulus bersama.

Dalam hal akademik, beban studi yang ditempuh selama empat tahun oleh mahasiswa STSN adalah 146 Satuan Kredit Semester (SKS). Pada semester kedua, mahasiswa berhak memilih antara dua program studi yaitu Program Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Sedangkan pada semester ketiga, mahasiswa pada Program Studi Teknik Persandian berhak memilih antara dua bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi.

Terdapat empat angkatan dengan masing-masing tingkatan serta evolet yang berbeda. Tingkat satu merupakan mahasiswa baru yang memiliki evolet berwarna hijau, tingkat dua memiliki evolet berwarna kuning, tingkat tiga memiliki evolet berwarna merah, dan tingkat empat yang merupakan mahasiswa senior memiliki evolet berwarna biru. Masing-masing tingkatan memiliki beban akademik yang berbeda, bermula dari tingkat satu yang berkutat dengan materi nilai-nilai dasar, seiring dengan naik tingkat maka materi yang dipelajari semakin merucut ke arah ilmu persandian, khususnya untuk tingkat empat yang memiliki kewajiban untuk menuntaskan Tugas Akhir dengan tema sesuai dengan program studi yang ditempuh.

Dengan syarat menuntaskan 146 SKS beban studi dan menjadi mahasiswa yang taat peraturan tanpa terlibat pelanggaran berat terhadap Peraturan Kehidupan Mahasiswa (Perdupma), maka mahasiswa tersebut berhak dinyatakan lulus dalam menjalankan pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara. Perjalanan sebagai seorang mahasiswa berakhir dengan prosesi wisuda bagi mahasiswa yang berhasil lulus pendidikan di STSN. Pengucapan janji wisudawan diikrarkan sebagai pegangan yang harus dijalankan, sehingga dapat senantiasa menjunjung tinggi kehormatan almamater Sekolah Tinggi Sandi Negara sebagai insan persandian Indonesia untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa.IMG_20150126_114007_1422247288700