Monthly Archives: March 2012

Berbagi pengalaman (1)

Standard

Yuhuu, selamat datang bagi para pengunjung blog, baik yang tidak sengaja masuk lewat googling maupun yang sengaja mau meluangkan waktu sejenak di blog ini. Hehehe. Pada artikel sebelumnya, saya lebih sering mengulas artikel mengenai teater, game, hiburan, dll. Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin share dan semoga bermanfaat bagi rekan-rekan.

Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami apa yang terjadi dalam dunia kerja, termasuk saya. Sebelum saya masuk ke Perguruan Tinggi Kedinasan, saya bekerja sebagai operator warnet di salah satu Kota Sukabumi. Kok kerja ? Nah gini temen-temen. Pasca lulus SMA saya berusaha dengan maksimal untuk masuk ke Perguruan Tinggi Kedinasan yang saya minati saat itu, ada total 4 sekolah Perguruan Tinggi Kedinasan yang saya coba, dan berakhir dengan kegagalan satu persatu.

Karena nihilnya hasil yang saya terima, pasca ujian masuk. Saya sempat berpikir, lanjut ke perguruan tinggi swasta, les, atau kerja. Dari tiga pilihan itu, dengan pemikiran yang cukup matang, pada akhirnya saya lebih memilih ke dunia kerja dengan resiko, kemampuan akademik kemungkinan akan turun karena jika bekerja otomatis waktu belajar kosong. Dan terbukti, lebih dari 6 bulan semenjak Agustus 2010 hingga Februari 2011, saya sama sekali tidak membuka buku SMA. (Please, dont try at home, hhe). Ya 6 bulan waktu bekerja itu bagaikan penurunan kualitas kemampuan saya dalam hal akademik.

Kerja sebagai operator warnet selama 6 bulan, tidak mudah sepandang kasat mata. Mungkin rekan-rekan melihat pekerjaan operator warnet, hanya duduk manis di depan pintu dan bertugas sebagai kasir pembayaran para user. Tidak cukup hanya itu. 😀 dari pekerjaan operator warnet, saya dituntut untuk menjaga barang-barang yang berada di warnet, menjaga ketentraman, menjaga sopan santun (tentunya), menjaga ini dan itu. Selain itu, saya sebagai operator warnet, harus sudah siap mental menerima semprotan keluh kesah dari berbagai pelanggan, tentang loading lama, headset gak nyala, web cam ga jalan, print out jelek, bla, bla, dan bla. Sabar. Ya itulah kuncinya menghadapi para pelanggan, ahha.

Pelanggan di warnet saya memang dari berbagai umur, gender, sifat, sikap yang berbeda satu sama lain. Dari itu semua, saya harus bisa menyesuaikan dengan berbagai karakter orang bahkan rasanya sedikit demi sedikit, saya dapat memahami karakter orang sesuai penampilannya. Oke saya potong, mungkin dari rekan-rekan belum pada tau tentang halk ini, saya sedikit kasih bocoran supaya rekan-rekan berhati-hati saat membrowsing di warnet. Si operator warnet dapat mengetahui apa yang dibuka oleh pelanggannya dari Billing Explorer, misal jika saya ingin mengetahui si A  sedang mengakses apa yang berada di komputer paling pojok dengan mudah saya klik “….” di Billing dan eng ing eng….. Saya tau apa yang dia buka, ahha.

Dari hal tersebut, saya mempelari karakter dari setiap muka pengunjung sebelum masuk warnet dan sesudah masuk warnet lalu saya bandingkan dengan situs yang telah si pelanggan buka. Sesuatu sekali. Ya, mungkin ada beberapa oknum, (mohon izin) yang membuka situs aneh-aneh. Tapi ironinya, saya menemukan kumpulan bocah SD dan malah terlihat seperti bocah TK sedang asik membuka situs parah untuk mereka lihat. Sumpah, saat baru pertama kali ada kejadian seperti itu saya kaget. Kok bisa rombongan bocah TK mengakses situs yang tidak seharusnya mereka akses. Dari kejadian itu, saya sebenarnya salah yang sampai saat ini saya menyesal tidak perbuat, yaitu saya tidak menegur mereka. Yang bisa saya perbuat saat itu hanyalah diam-diam mematikan komputer mereka dari PC Operator, ya walaupun sengaja saya matikan komputer mereka, parahnya mereka hidupkan dan mengaksesnya lagi. Ckckck.

Saat itu, saya hanya bisa prihatin. Sebenarnya ada niat buat sidak mereka dan melaporkan pada orang tua mereka, tetapi yah… saya hanya orang yang dikerjakan untuk menjaga ketertiban warnet, bukan menyidak oknum oknum cacat mental.

Dan merekapun terus dan terus berlanjut mengunjungi warnet tempat saya bekerja. Sampai saya keluar dari warnet itu, entah bagaimana kabar mereka. Semoga suatu saat mereka kepergok dan dapat pelajaran dari orang tuanya. Hohoho!!!

Oke ini baru cerita awal, cerita selanjutnya saya akan menceritakan kisah nyata konflik batin TERBESAR sepanjang saya hidup. Tunggu kisahnya, hihihi.

Ini foto yang diambil di mantan tempat kerja.

 

*,* kisah siapa yang paling hebat *,*

Standard

Nih ada kisah inspirasi yang kebetulan ketemu saat saya browsing.. Saat saya pasang status berisi kisah ini di facebook, sampai 23 like this. HHe,, Oke monggo dibaca…

WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.
GOOGLE : Aku punya semuanya.
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.
EXPLORER : Kan gue masih ada.
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!
EXPLORER : Lo sih, ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri!
INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gue kalian semua gak bakalan ada!
FACEBOOK : Huuu, yang paling sering dikunjungi kan gue, jadi gue yang terbaik.
YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!
GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.
INTERNET : zzz… Udah tau gue yg paling hebat :p
KOMPUTER : Gua Paling dewa di sini.
PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya!
GENSET : tenang aja kan masih ada saya
PLN : diem lu
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa lo
SOLAR CELL : tenang kan selama masih ada saya semuanya aman
Matahari : Ettt Gk gw sinarin diem lo
Air, Batubara, Petir dll : MASIH ADA GUA !!!
Bumi : Lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada
jagat raya: lo semua kalo gak ada gwe pasti kalian gak bakalan ada….
Tuhan: tanpa Saya kalian semua tidak pernah ada

Ya dari itu semua, bisa diambil maknanya. Sesombong apapun yang kalian punya, pada akhirnya kalian harus sadar bahwa ada yang lebih tinggi dari kalian, ya Tuhan Yang Maha Esa. :D oke oke oke cuy

Game Tantangan Penantang Terakhir Tiga

Standard

Ikut game Penantang Terakhir, saya pernah mengikuti 3 kali game tantangan. Dan tiga-tiganya berhasil saya menangkan mengalahkan saingan-saingan di sepuluh besar. Ini foto pertama.

Lomba mirip cecep untuk cowoknya, untuk ceweknya lomba mirip betty lapea. Lomba ini diadakan di babak 10 besar, dengan foto ini saya mendapatkan tiket aman dan berhasil melaju ke babak 9 besar. Padahal pada saat itu, perolehan hasil vote inbox saya termasuk yang paling rendah.

Dan ini foto kedua saya untuk bertarung memperebutkan tiket aman, disuruh berkreatifitas dengan bahan coklat bunder-bunder…Saya ambil sampel cha cha… dan eng ing eng…..

Foto kedua ini berlangsung pada babak 9 besar. Lagi-lagi saya terselamatkan dengan tiket aman, karena jika saya tidak berhasil memenangkan game tantangan, sudah pastinya saya berada di 3 posisi terendah calon terekstradisi. Dan dengan foto ini, mengantarkan saya ke babak 8 besar.

Dan inilah foto ketiga yang cukup ekstrim, karena saya berdandan ala badut. Alhamdulillah foto ini mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa dari juri dan peserta lain,, hhe .

Foto di babak 8 besar ini adalah game tantangan terakhir di Penantang Terakhir Tiga. Dan diakhiri dengan 3 kemenangan beruntun mendapatkan tiket aman dengan mengikuti game tantangan sehingga dengan mudah mengantarkan saya ke 7 besar.

Sayang di babak 7 besar, tidak ada tantangan, sehingga nilai voting yang saya peroleh tidak bisa menyelamatkan saya masuk ke babak 6 besar. 😦

Sekian, sepetik pengalaman seru di game Penghuni Terakhir versi Facebook. 🙂

Game layaknya Petir atau BBI merajalela di Facebook

Standard

Banyak sekali game bermunculan di facebook yang mengadaptasi reality show Penghuni Terakhir atau Big Brother Indonesia. Misal game yang paling tenar adalah Penantang Terakhir di facebook. Dalam game tersebut, terdapat posisi jabatan bos, pemegang kunci dan imun. Berbeda sedikit dengan Penghuni Terakhir, game Penantang Terakhir terdapat Game 3 save dan game tantangan yang merupakan tiket aman.

Fenomena ini jelas membuktikan bahwa game yang dibuat oleh entertainer papan atas, Helmy Yahya telah berhasil membuat sebagian besar yang kebanyakan kaum remaja, membuat game yang sama di kalangan Facebook.

Hadiah yang ditawarkan cukup menarik, sesuai kantong pembuat acara. Misal game Kunci Terakhir yang dimenangkan oleh Muhammad Afris asal Bandung. Lelaki berdarah palembang tersebut mendapatkan sebuah vocher pulsa Rp.50.000 . Selain itu pemenang kedua dan ketiga, yang masing-masing didapatkan oleh Muhammad Arif Ali Wasi asal Sukabumi, dan Rafi Vanshuri asal Bekasi, mendapatkan vocher pulsa masing-masing Rp.25.000 dan Rp.10.000.

Selain pulsa hadiah  lain dari game berbeda yang ditawarkan cukup menarik peminat facebookers Nusantara. walau hadiah yang ditawarkan hanya sebatas kantong para admin atau pembuat game, tetapi permainan tiap permainan tentu membuat para gamers ketagihan. Banyak sekali tantangan yang diberikan untuk menguji ketangguhan kalian bersama para gamers.

Salah satunya Game Penantang Terakhir Tiga. Game Tantangan atau Game yang memperebutkan tiket aman, disuruh untuk meniru badut, superhero, ataupun jenis hantu, Selain tantangan itu pula, kreatifitas peserta diuji dengan membuat kreasi yang terbuat dari bahan coklat. Dan pada akhirnya pemenang Game Penantang Terakhir tiga dimenangkan oleh Muhammad Afris asal Bandung, dan Riesty Widya putri dari Bali sebagai Runner up.

Tentu menyenangkan, selain untuk mengisi waktu luang, mengikuti game ini pula dapat memperbanyak jaringan komunikasi kita di dalam dunia maya.

Coba dan ikuti.