Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (5) Tegar

Raja siang akan pergi ke peraduannya, suasana sekitar pemakaman sangat tenang dan hangat. Sesekali kicauan burung dengan merdu mengiringi proses pemakaman. Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu, daerah sekitar pemakaman menggambarkan bahwa alam menerima Ibu Sri, indah sekali dan penuh hikmat menghapuskan kesedihan semua orang. Ini adalah sebuah pelajaran lagi buatku, semenjak tinggal di sebuah… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (5) Tegar

Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (4) Tangisan Rahmat

Pada sore hari yang hangat, aku berjalan menuju rumah Rahmat dan menawarkan diri untuk membiayai sekolahnya. Mata batinku mengatakan bahwa Rahmat akan menjadi orang yang sukses di masa depan. Aku melewati perjalanan melalui lapangan sepak bola. Tak ada yang bermain, aku hanya mendengar suara anak-anak yang sedang mengaji. Mungkin sekolah tersebut yang Ibu Sri maksud,… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (4) Tangisan Rahmat

Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (3) Bunga Desa

Hari sudah semakin panas, aku beranjak pulang ke rumah sewaan yang berada di perbatasan desa. Cukup melelahkan tetapi sangat menyenangkan. Hari ini aku telah menerima pelajaran berharga, bahwa sebaiknya aku harus mensyukuri hidup ini. Semenjak keluar dan memutuskan hijrah dari kota menuju pedesaan, aku kurang mensyukuri hidup pada Tuhan dengan segala yang telah Ia berikan… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (3) Bunga Desa

Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (2) Sebuah Wasiat

Aku menggendong bocah berkulit putih menuju rumahnya, ditemani dengan teman sepermainannya. Sesekali bocah itu mengerang kesakitan pada kakinya. “Adek sabar ya. Sekarang Kakak antar kamu pulang.” Jelasku pada bocah yang kugendong. “Kak, sebenarnya ini bukan pertama kalinya Rahmat keseleo, dia sering sekali. Tapi untuk kali ini saja dia keseleo gak bisa berdiri.” Jelas temannya. Ternyata… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (2) Sebuah Wasiat

Cerita Bersambung

Menggenggam Dunia – (1) Bocah Berkulit Putih

Alangkah sejuknya pagi ini dibandingkan pagi sebelumnya. Kicauan burung mengiringi langkah demi langkah para petani menuju sawah mereka. Kehidupan di desa adalah hidup yang benar-benar hidup. Setiap orang yang mengunjungi desa pasti akan selalu teringat dengan kampung halamannya. Pagi yang cerah dengan semangat yang membara. Setiap hari aku melihat rakyat yang hidup di desa terlihat… Lanjutkan membaca Menggenggam Dunia – (1) Bocah Berkulit Putih