Muhammads Arif Ali Wasi
Tegal, 20 Agustus 1992
Domisili :
Sukabumi
Pendidikan :
TK Bhakti Pertiwi Kota Sukabumi
SD Negeri Benteng 1 Kota Sukabumi
SMP Negeri 5 Kota Sukabumi
SMA Negeri 1 Kota Tegal
National Crypto Institute
Cerita Singkat :
Menulis sebuah cerita adalah kesenangan pribadi, maka dari itu semenjak SMP hingga SMA, aku selalu mengikuti kegiatan teater. Alhasil, banyak pengalaman luar biasa dari kegiatan tersebut, dari mengisi penampilan teater sekolah, menampilan drama untuk masyarakat kota, hingga lomba sampai tingkat provinsi. Dari semua kegiatan teater yang paling mengesankan adalah ketika menjadi sutradara untuk menampilkan karya anak Teater Detak dari SMA Negeri 1 Kota Tegal untuk masyarakat Kota Tegal. Kata panitia, drama tersebut dihadiri 300 orang yang sebagian besar dihadiri anak remaja.
Ini merupakan foto awal sebelum pelantikanku sebagai ketua Teater. Personilnya memang sedikit, ada juga yang gak ikut ke foto. Foto itu diambil pasca penampilan kita di Ngabuburit With SMANSA di Lapangan belakang SMA Negeri 1 Tegal. Penampilan detak saat itu adalah musikalisasi puisi dengan beberapa peraga atau model yang mengiringi penampilan, (lihat baju merah). Saat itu aku gak ikut tampil, cuma sebagai penanggungjawab dari Detak atas penampilan itu (itu karena aku ditunjuk oleh Pak Rudi, Pembina Teater Detak).
Nah, foto ini mungkin cukup fenomenal. Heheh. Disini aku memerankan si Tuan besar. yang sombong, angkuh, dan pembawaan karakter yang egois. Banyak dari temen-temen kaget melihat penampilanku yang satu ini, mungkin banyak yang gak ngira saat aku bisa membawakan peran angkuh,
. Judul drama ini, “Akhirnya Mati”, sebenarnya di foto tersebut adalah penampilan kedua, saat kami menampilkan “Akhirnya Mati”. Penampilan pertama kami, saat mengikuti lomba Festival Teater Pelajar Tingkat SMA/MA se- Jawa Tengah di SUPM, Kota Tegal. Saat penampilan kedua untuk Pentas Seni di Sekolah memang tak setegang saat sebelum pentas untuk lomba. Dan pada akhirnya, kami Teater Detak mendapatkan harapan satu dalam lomba tersebut. Saat penampilan lomba itu, banyak yang menyesalkan kejadian rusak lampu di balik seluit, sehingga ada adegan yang hilang. Sehingga penampilan untuk lomba sungguh kurang maksimal.
Ini cuplikan akhir Drama “Akhirnya Mati” yang dibawakan saat Pentas Seni di SMA Negeri 1 Tegal
Sebenarnya masih banyak penampilan teater detak saat masa kepemimpinanku jadi ketua, tetapi sayangnya KURANG DOKUMENTASI. Lanjut ke penampilan persembahanku yang terakhir untuk Teater Detak. Bukan sebagai aktor, melainkan sutradara.
Foto itu diambil sebelum pementasan Teater dengan judul “Racun”. Mereka semua adalah anak Teater Detak dari SMA Negeri 1 Tegal. Personil Detak memang tidak semuanya yang ada di foto itu, kebetulan foto itu diambil saat latihan malam di Gedung Kesenian Tegal.
Sayangnya saat pementasan berlangsung, dari panitia tidak ada yang mendokumentasikan. Mungkin yang mendokumentasikan hanya dari para penonton, (ahha). Semoga suatu saat ada yang berkenan meng-share-kan foto itu untuk rekan-rekan detak yang terlibat.
Setelah pementasan berlangsung, kegiatan selanjutnya adalah perpindahan jabatan Ketua Teater, dariku untuk Susilo Gumilang sebagai ketua selanjutnya. (Buku biru yang di foto itu, opo?) Nah, buku itu adalah hasil rekapan, penilaian, termasuk kelemahan, kelebihan, serta kritik dan saran mengenai pementasan-pementasan drara yang telah dipentaskan. Itu semua bertujuan semoga penerus selanjutnya bisa tampil lebih maksimal dan lebih baik lagi dengan mempelajari kekurangan pementasan sebelumnya.
Ya, teater merupakan dunia keajaiban bagiku…. Dunia tempat mengekspresikan berbagai perasaan, mempelajari tokoh orang lain, dan mengenal berbagai macam kehidupan….


oke, salam kenal yah arif
salam persahabatan
yo, sama2 agam….